BAIT.ID – Gelombang perombakan besar-besaran yang tengah melanda Borneo FC Samarinda tidak membuat Nadeo Argawinata risau. Kiper andalan Timnas Indonesia tersebut justru menilai bongkar pasang skuad sebagai hal lumrah, sekaligus menjadi pelecut motivasi bagi Pesut Etam untuk merebut takhta juara pada musim depan.
Diketahui pada musim lalu, langkah Borneo FC untuk mengangkat trofi kasta tertinggi sepak bola tanah air harus kandas secara dramatis. Meski mengoleksi poin yang sama dengan sang juara, Persib Bandung, yakni 79 poin, Pesut Etam harus puas finis di posisi runner-up karena kalah catatan head-to-head (sekali kalah dan sekali imbang di laga kandang).
Nadeo, yang baru saja memperpanjang masa baktinya di Samarinda, menegaskan bahwa perubahan komposisi tim merupakan dinamika yang biasa dalam industri sepak bola modern. Terlebih, manajemen Borneo FC terbilang konsisten melakukan penyegaran skuad dalam dua musim terakhir.
“Di dalam sepak bola, itu hal normal pemain datang dan pergi, dan sebagai pemain kami harus siap dengan kemungkinan itu. Dari beberapa tahun ini kebetulan Borneo FC selalu begitu, jadi sudah cukup biasa,” kata Nadeo.
Ketika disinggung mengenai loyalitasnya yang tak goyah di tengah eksodus pemain, penjaga gawang yang telah membela panji Borneo FC selama enam musim ini mengaku memiliki pertimbangan matang. Baginya, jaminan menit bermain reguler, stabilitas finansial klub, serta keseriusan manajemen menjadi alasan kuat untuk tidak angkat kaki dari Kota Tepian.
Menatap kompetisi musim 2026/2027, Nadeo mematok target tinggi. Setelah dua musim beruntun hanya nyaris juara, mantan kiper Bali United ini menegaskan bahwa target mengangkat trofi adalah harga mati, baik secara tim maupun personal.
“Pastinya, semoga bisa mencapai apa yang sudah ditargetkan tim maupun secara pribadi. Bermain lebih maksimal, bagus, serta bertanggung jawab dalam setiap pertandingan yang dipercayakan kepada saya. Tentu, sebuah kebanggaan jika nanti bisa membawa Borneo FC juara,” pungkasnya. (csv)








