BAIT.ID – Borneo FC Samarinda resmi memasuki era baru menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Perombakan besar-besaran komposisi pemain dan padatnya jadwal di empat kompetisi berbeda, pelatih kepala Mauro Jeronimo memilih realistis dengan berfokus membangun fondasi tim secara bertahap ketimbang mengumbar janji manis.
Musim ini dipastikan menjadi salah satu ujian terberat bagi klub berjuluk Pesut Etam tersebut. Selain mengarungi ketatnya persaingan Super League, armada Samarinda ini juga harus membagi konsentrasi di League Cup, AFC Challenge League, serta ASEAN Club Championship.
Menanggapi situasi tersebut, sang juru taktik asal Portugal menegaskan bahwa proses adaptasi dan penyatuan visi bermain menjadi prioritas utamanya saat ini. ”Kami butuh waktu. Ada banyak pemain baru, begitu pula di jajaran staf. Kami harus membangun tim ini selangkah demi selangkah,” ujar Mauro.
Bagi Mauro, membangun pemahaman taktik, komunikasi antar lini, hingga kekompakan tim jauh lebih krusial ketimbang memaksakan hasil instan di laga-laga awal. Perubahan masif pada jendela transfer—mulai dari perekrutan pemain yang selektif hingga penambahan kedalaman skuad—memang sengaja dilakukan manajemen demi merespons padatnya agenda kompetisi.
Kendati meminta publik dan pendukung untuk bersabar menjalani proses transisi ini, Mauro menjamin anak asuhnya tidak akan kehilangan determinasi saat bertanding. Ia bertekad menyajikan permainan menghibur dan berkarakter di setiap laga.
”Kami ingin para fans yang datang ke stadion merasa terhibur. Kami akan selalu berjuang keras untuk mengamankan kemenangan di setiap pertandingan,” tegas sang entrenador.
Langkah perombakan total ini menandai babak baru perjalanan Borneo FC. Meski tantangan di depan mata kian berat, Mauro percaya bahwa kedisiplinan dalam melewati proses bertahap ini akan menjadi fondasi kokoh bagi kejayaan Pesut Etam. (csv)








