Andi Satya Melenggang Tanpa Rival di Bursa Ketum Golkar Samarinda

Kamis, 6 Agustus 2026
Politikus Golkar Kaltim, Andi Satya Adi Saputra

BAIT.ID – Peta kekuatan politik internal DPD II Partai Golkar Samarinda kian mengerucut. Anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, dipastikan melenggang tanpa perlawanan sebagai calon tunggal dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Samarinda.

Hingga batas akhir penutupan pendaftaran, tak satupun kader beringin yang menyusul mendaftarkan diri. Konstelasi ini membuka peluang lebar bagi Andi Satya untuk mengamankan kursi ketua DPD II Golkar Samarinda secara aklamasi pada forum Musda yang dijadwalkan digelar di Hotel Fugo Samarinda, 8 Agustus 2026 mendatang.

Ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kaltim pada Selasa, 4 Agustus 2026 lalu, Andi Satya menyikapi tenang dinamika internal partainya. Ia menegaskan kesiapannya mengemban mandat organisasi jika seluruh pemilik suara memercayakan tampuk kepemimpinan kepadanya.

Baca juga  Pemprov Kaltim Kucurkan Rp10 Miliar untuk Gratis Biaya Administrasi Rumah Subsidi

“Musda bergantung pada dukungan para pemilik suara. Seandainya nanti dalam forum hanya ada nama saya, insya Allah saya siap menjalankan amanah tersebut untuk memimpin Partai Golkar Samarinda,” ujar Andi Satya.

Munculnya figur tunggal kerap memicu spekulasi politik terkait adanya desakan atau pengondisian di tingkat tapak. Menjawab hal tersebut, Andi Satya menepis tudingan bahwa dirinya sengaja mematikan kompetisi. Ia menegaskan proses penjaringan di tubuh Partai Golkar berlangsung inklusif dan demokratis.

“Mekanisme di partai sangat dinamis dan terbuka untuk siapa saja. Kebetulan hanya saya yang mendaftar, sehingga menjadi calon tunggal. Itu murni dinamika yang terjadi,” tegasnya.

Baca juga  Ditekan Massa, Fraksi Golkar Kaltim Ingatkan Publik: Hak Angket Bukan "Barang Instan"

Menatap arah kepemimpinannya kelak, legislator Kaltim ini langsung mematok target politik tinggi. Ia berambisi merebut kembali dominasi Beringin di Kota Tepian pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2029 mendatang, sekaligus menargetkan penambahan minimal dua kursi di DPD DPRD Kota Samarinda dari raihan periode saat ini.

Selain itu, namanya juga mencuat dalam bursa calon Wali Kota Samarinda untuk kontestasi politik lima tahun mendatang, Andi Satya memilih untuk “menarik rem”. Menurutnya, membicarakan kontestasi Pilwali saat wali kota terpilih baru saja memulai masa bakti adalah langkah yang prematur dan tidak etis secara etika politik.

Baca juga  Ananda Emira Moeis Benarkan Namanya Masuk Bursa Ketua DPD PDI-Perjuangan Kaltim

“Golkar tidak pernah kekurangan kader potensial. Siapa pun yang maju nanti merupakan sosok yang mengantongi mandat resmi partai. Namun, membicarakan Pilwali saat ini terlalu dini. Tidak elok rasanya dengan Pak Wali yang masih memiliki waktu lima tahun untuk bekerja,” kata Andi.

Bagi Andi, fokus utamanya saat ini adalah menuntaskan tanggung jawab sebagai wakil rakyat di DPRD Kaltim dan membuktikan kinerja nyata kepada konstituen. “Masih ada waktu lima tahun untuk bekerja dan menjalankan amanah rakyat. Soal kemana garis tangan menuntun di masa depan, itu urusan belakangan,” pungkasnya. (csv)

Bagikan