BAIT.ID — Pemkot Samarinda memangkas drastis anggaran operasional seperti perjalanan dinas serta belanja makan-minum hingga 95 persen. Alokasi hasil penghematan tersebut digeser untuk membiayai program prioritas masyarakat, khususnya infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh sekadar menjadi formalities administratif. Penghematan harus mampu menciptakan ruang fiskal yang berdampak langsung pada pelayanan publik.
“Kami harus memotong secara signifikan, 95 persen biaya perjalanan dinas dan makan-minum. Kalau masih dipangkas 50 persen, itu belum berhemat namanya. Perjalanan dinas itu mungkin tidak sampai 10 persen yang benar-benar memberi manfaat,” ujar Andi Harun, Senin 31 Agustus 2026.
Andi Harun menjelaskan, pengalihan anggaran difokuskan pada penguatan fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas dan perbaikan jalan guna menunjang mobilitas serta perekonomian warga. Menurutnya, pembenahan puskesmas mencakup peningkatan kualitas sarana fisik sekaligus standar pelayanannya.
Ia menekankan bahwa kebijakan efisiensi ini bukan berarti menghentikan kegiatan pemerintah, melainkan bentuk keberanian dalam menyusun skala prioritas agar alokasi APBD tidak tersedot untuk belanja rutin yang minim dampak.
“Prinsipnya sederhana, belanja yang tidak memberikan manfaat optimal kami tekan, lalu anggarannya kita geser ke kebutuhan yang lebih penting. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,” tegasnya. (csv)








