BAIT.ID – Pemkot Samarinda terus mengakselerasi penanganan Sungai Karang Mumus (SKM). Tak hanya pengerukan sungai, Pemkot memasang target penataan kawasan tepian, khususnya segmen Jalan Tarmidi, yang diawali dengan pembongkaran permukiman pada November mendatang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa penanganan berbasis kawasan ini merupakan program prioritas yang dikerjakan secara bertahap. Alokasi anggaran untuk eksekusi tahun ini pun telah siap. “Bulan 11 (November) ini mulai dilaksanakan. Ini pekerjaan lanjutan yang kita lakukan bertahap, fokus awal pada pembongkaran permukiman,” tegas Andi Harun.
Pekerjaan fisik tahap ini bakal menyasar kawasan bantaran sungai di dua kelurahan. Setelah pembongkaran dan penataan alur sungai berjalan, Pemkot akan melanjutkan penataan ruang publik di sepanjang Jalan Tarmidi hingga Jalan Abdul Muthalib pada tahun depan. “Untuk segmen Tarmidi dilanjutkan tahun depan, menuntaskan sisa penataan dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Langkah ini juga telah diselaraskan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III guna memastikan integrasi teknis normalisasi. Menurut Andi Harun, keterbatasan alokasi APBD tidak boleh menjadi penghambat keberlanjutan program penanggulangan banjir dan pembenahan tata ruang kota.
“Yang penting program tidak berhenti dan terus berlanjut. Jika tidak selesai dalam satu atau dua tahun, kami tuntaskan di tahun ketiga, sebelum masa jabatan berakhir seluruh tahapan target telah terealisasi,” pungkasnya. (csv)








