BAIT.ID – Borneo FC Samarinda kembali harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Melakoni laga pekan ketiga BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu, 16 September 2026 sore, skuad berjuluk Pesut Etam itu dipaksa menyerah 1-3 dari tamunya, Dewa United.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Juan Villa dan kawan-kawan saat berlaga di kandang. Pada pekan pembuka lalu, Borneo FC juga dipaksa bertekuk lutut oleh Persija Jakarta di venue yang sama. Taktik permainan terbuka yang diusung pelatih Mauro Jeronimo justru menjadi bumerang. Lini pertahanan yang terekspos berhasil dimanfaatkan dengan cermat oleh Egy Maulana Vikri dan kolega untuk membondong tiga poin penuh.
Usai laga, Mauro Jeronimo mengaku prihatin dan sulit menerima hasil akhir tersebut, terlebih ia menilai anak asuhnya tampil dominan di paruh kedua. “Hasil ini sangat sulit dijelaskan. Kami bermain jauh lebih baik di babak kedua, memulai laga dengan impresif, mendominasi aliran bola, bahkan mencetak gol cepat. Namun, itulah sepak bola, terkadang sulit dipahami mengapa tim yang mendominasi justru harus kalah,” ujar pelatih berusia 38 tahun tersebut.
Juru taktik asal Portugal itu juga menyoroti sejumlah keputusan kontroversial kepemimpinan wasit yang dinilainya merusak mental bertanding para pemain di lapangan. “Meski kami berupaya tetap fokus dan bermain normal, beberapa keputusan perangkat pertandingan jelas memengaruhi psikologis pemain. Keputusasaan itu akhirnya dimanfaatkan lawan untuk mencetak dua gol tambahan,” tambahnya.
Meski diliputi kekecewaan, Jeronimo menegaskan timnya harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke laga berikutnya demi menghentikan pendarahan poin. “Kami harus lapang dada menerima kekalahan ini. Hasil buruk dari Dewa United harus menjadi yang terakhir. Tidak ada keajaiban di sepak bola; ini bukan soal sihir, melainkan murni tentang kerja keras dan evaluasi total,” tegasnya. (csv)








