Samarinda Dikepung Krisis Ganda: Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat dan Kelangkaan Air Bersih

Kamis, 17 September 2026
Kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kaltim sejak Rabu, 17 September 2026 kemarin. Khusus di Samarinda kondisi udara juga sudah dinyatakan tidak sehat.

BAIT.ID — Kota Samarinda mulai dikepung krisis ganda. Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara memburuk hingga level berbahaya. Selain itu tersendatnya distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan juga mulai terasa.​

Data pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mencatat konsentrasi partikel debu halus (PM 2,5) melonjak tajam masuk kategori sangat tidak sehat. Angka tertinggi terdeteksi di kawasan Samarinda Utara (area Bandara APT Pranoto) yang menyentuh 249,2 mikrogram per meter kubik pada pukul 05.00 WITA. Sementara itu, titik pemantauan di pusat kota (Taman Segiri) turut mencatat angka mengkhawatirkan sebesar 242,3 mikrogram per meter kubik.​

Baca juga  Samarinda Serius Garap Proyek Konversi Sampah Jadi Listrik

“Hasil ukur di APT Pranoto menunjukkan situasi kualitas udara saat ini berada di level sangat tidak sehat,” ujar Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, Rabu, 17 September 2026.​

Menanggapi lonjakan polusi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah darurat dengan merencanakan penyemprotan massal metode embun berbahan ecoenzyme. DLH telah menyiapkan 35 liter ecoenzyme yang akan disemprotkan menggunakan armada pemadam kebakaran, BPBD, dan Polresta Samarinda dengan jarak antar-titik penyemprotan sekitar 10–15 kilometer.

Baca juga  Pemkot Samarinda Komitmen Selesaikan Kewajiban Keuangan Tahun 2025 Secara Bertahap

​Di saat bersamaan, Pemkot Samarinda juga harus berpacu dengan waktu mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan. Keterbatasan 16 unit armada tangki yang ada saat ini dinilai belum mampu mengejar pemenuhan kebutuhan warga secara cepat.​

Sebagai solusi percepatan, Pemkot menambah 20 unit tandon air yang dipasang pada truk operasional Dinas PUPR. Setiap armada akan diangkut dua tandon berkapasitas total 4.400 liter per pengiriman untuk memangkas antrean distribusi ke wilayah terdampak. (csv)

Baca juga  Pemkot Samarinda Perkuat Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Palaran

Bagikan