BAIT.ID — Borneo FC sukses mengamankan tiga poin krusial pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/27. Bertamu ke Stadion Maguwoharjo, Selasa, 27 Oktober 2026 sore, Pesut Etam memaksa tuan rumah PSS Sleman bertekuk lutut dengan skor tipis 2-1.
Kendati menghadapi lawan yang harus tampil dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama, kemenangan ini diraih skuad asuhan Mauro Jeronimo dengan perjuangan berat hingga pengujung laga.
Keunggulan jumlah pemain didapatkan Borneo FC setelah gelandang PSS, Stefan Ashkovski, diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-43. Sayangnya, situasi tersebut gagal dimanfaatkan secara maksimal untuk mengunci jalannya pertandingan lebih cepat.Secara statistik, Borneo FC justru mendapat tekanan masif dari tuan rumah. Meski kalah jumlah pemain, Super Elja tampil spartan dengan mencatatkan 23 total tembakan—tujuh di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Sebaliknya, Pesut Etam hanya mampu melepaskan 14 tembakan dengan tiga yang on target.
Pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, tidak menutup mata atas ketidakefektifan lini depannya. Juru taktik asal Portugal itu menilai timnya seharusnya bisa menutup paruh pertama dengan keunggulan telak. “Pertandingan yang seru. Menurut saya, di babak pertama kami tampil apik. Seharusnya kami bisa unggul setidaknya 3-0 sebelum jeda, tapi kami menyia-nyiakan banyak peluang,” ujar Mauro usai pertandingan.
Memasuki babak kedua dengan keunggulan pemain, Mauro mengaku sudah mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak jemawa. Ia paham betul bahwa dalam sepak bola, inferioritas jumlah pemain terkadang justru memicu motivasi berlipat bagi tim lawan untuk bangkit. “Meskipun Sleman mendapatkan kartu merah, kemenangan belum tentu terjamin. Dalam sepak bola, jalannya pertandingan bisa berubah drastis bahkan ketika salah satu tim bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit,” tegas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.
Drama di menit-menit akhir sejatinya bisa dihindari jika deretan juru gedor Borneo FC tampil lebih klinis di kotak penalti. Kegagalan mengonversi sejumlah peluang emas nyaris harus dibayar mahal ketika PSS sukses memperkecil ketertinggalan di sisa waktu pertandingan. “Para pemain pun menyadari hal itu. Sejujurnya, kami tidak perlu bersusah payah di menit-menit akhir. Kami punya banyak kesempatan untuk mengunci kemenangan lebih awal. Begitulah sepak bola, jika tidak mencetak gol, justru memberi lawan kesempatan,” pungkasnya.
Tambahan tiga angka dari Sleman ini menjaga posisi Borneo FC tetap kompetitif di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2026/27, sekaligus menjadi evaluasi penting bagi Mauro Jeronimo jelang pekan berikutnya. (csv)








