Tembus 12 Negara, Ekspor Udang Windu Kaltim Catat Nilai Rp173,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026
Udang Windu masih menjadi salah satu ekspor unggulan sektor perikanan Kaltim dengan mencapai 12 negara tujuan. (istimewa)

BAIT.ID – Sektor kelautan dan perikanan Kaltim mencatatkan volume ekspor yang terus bertambah sepanjang 2026. Komoditas udang windu tercatat masih mendominasi pengiriman ke luar negeri dan menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor perikanan daerah.​

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Perikanan, Budidaya, dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Heliana, memaparkan bahwa pada triwulan I 2026 (Januari–Maret), total ekspor perikanan Kaltim mencapai 670,3 ton.​ “Khusus komoditas udang, akumulasi ekspor periode Januari hingga Juli 2026 mencapai 1.385,88 ton dengan nilai transaksi Rp274,74 miliar,” ujar Heliana dalam sebuah forum diskusi terkait ketahanan sektor perikanan Kaltim di tengah ancaman El Nino, belum lama ini.​

Baca juga  Pemprov dan DPRD Kaltim Lobi Kemenkeu, Minta Dana Transfer Tidak Dipangkas

Sementara itu, pada September 2026 saja, pengiriman produk perikanan daerah ini tercatat sebanyak 360,32 ton dengan nilai mencapai Rp65,39 miliar.​ Dari angka tersebut, udang windu memegang porsi terbesar. Heliana menyebutkan volume ekspor udang windu mencapai 769,9 ton dengan nilai transaksi Rp173,3 miliar.​ “Udang windu menyumbang sekitar 77 persen dari total nilai ekspor pada kategori tersebut,” jelasnya.

Baca juga  Gubernur Kaltim Siap Kunker ke Wilayah Selatan, Fokus Tinjau Proyek dan Program Daerah

​Sejauh ini, komoditas hasil laut Kaltim telah menembus 12 negara tujuan. Pasar utama yang dinilai stabil di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia. Komoditas ini juga dikirim ke Taiwan, Singapura, Vietnam, Hong Kong, Inggris, Korea Selatan, hingga Arab Saudi.​

Kelancaran distribusi ekspor tersebut ditunjang oleh efisiensi rute logistik, salah satunya kargo udara langsung dari Balikpapan ke Wenzhou, Tiongkok, yang beroperasi dua kali sepekan.​

Selain udang windu, Kaltim juga mendorong pengembangan budidaya komoditas lain seperti ikan kerapu di wilayah Kabupaten Berau.

Baca juga  Udang Windu Jadi Andalan Ekspor Perikanan Kaltim, Nilai Tembus Ratusan Miliar

​Di sisi penguatan infrastruktur dan pemberdayaan nelayan, tiga wilayah di Kaltim kini masuk dalam program Kampung Nelayan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiga lokasi tersebut berada di Loa Kulu (Kutai Kartanegara), Sepatin (Paser), dan Maratua (Berau).​

Heliana menambahkan, tantangan sektor perikanan Kaltim ke depan memerlukan penguatan daya saing produk serta koordinasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, akademisi, dan kelompok nelayan/pembudidaya lokal demi mendorong penerapan konsep blue economy secara serasi di daerah. (csv)

Bagikan