BAIT.ID — Awal langkah Borneo FC Samarinda di panggung Super League 2026/2027 ternoda. Bermain di hadapan publik sendiri, skuad Pesut Etam harus mengakui keunggulan Persija Jakarta dengan skor tipis 0-1 pada pekan pembuka di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 5 September 2026 malam.
Gol tunggal penentu kemenangan tim tamu dicetak oleh Alexander Jeremejeff di penghujung babak pertama, memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan tuan rumah dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.
Kekalahan ini makin terasa menyakitkan bagi tuan rumah. Sepanjang 90 menit, Pesut Etam sejatinya berusaha memegang kendali permainan. Namun sayang pola serangan terkesan sporadis hingga mudah dipatahkan lini pertahanan Macan Kemayoran. Ditambah lagi dengan rangkaian peluang emas tercipta tidak bisa dikonversi menjadi gol. Sehingga membuat papan skor tak bergeming hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, tak menampik bahwa tumpulnya lini serang menjadi biang kerok kegagalan timnya mengamankan poin di kandang. “Memang sepak bola itu kalau kita tidak efisien, kalian tahu sendiri akibatnya. Dari statistik, kita adalah tim yang paling banyak melepaskan tembakan dan umpan silang,” ujar Mauro dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Mauro menegaskan, dominasi statistik dan tingginya intensitas serangan seharusnya berbanding lurus dengan jumlah gol. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat deretan kesempatan terbuang percuma. Hal ini diakuinya menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang wajib segera dibenahi mengingat kompetisi baru saja dimulai.
Di sisi lain, juru taktik asal Portugal tersebut meminta publik Stadion Segiri untuk realistis dan memberikan waktu bagi proses pembentukan kedalaman skuad. Musim ini, Pesut Etam melakukan perombakan besar-besaran dengan mendatangkan sekitar 23 pemain baru. “Kami sedang membangun tim baru dengan kurang lebih 23 pemain baru. Tentu perlu waktu dan proses agar tim ini memiliki satu identitas permainan yang utuh,” pungkasnya. (csv)








