Perebutan Kursi Rektor UNMUL: Petahana Dikepung Empat Profesor, Senat Segera Saring Jadi 3 Nama

Selasa, 2 Juni 2026
Prof. Abdunnur memasrikan kembali maju dalam pemilihan Rektor Universitas Mulawarman. Ia akan bersaing dengan empat kandidat lain untuk dipilih senat Juli mendatang.

​BAIT.ID – Bursa pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (UNMUL) periode 2026–2030 resmi memanas. Senat UNMUL telah menetapkan lima nama bakal calon rektor yang akan bertarung, di mana rektor petahana, Prof. Abdunnur, bakal dikepung oleh empat profesor penantang dari berbagai fakultas.

Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Senat Tertutup yang dipimpin oleh Ketua Senat UNMUL, Prof. Amir Masruhim, di Gedung Rektorat Kampus Gunung Kelua, Samarinda, Selasa, 26 Mei 2026 lalu.​Berdasarkan hasil rapat pleno, mencuat lima bakal calon rektor lengkap dengan nomor urutnya. Nomor urut pertama diisi oleh Prof. Mukhamad Nurhadi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/FKIP). Dilanjut oleh Prof. Abdunnur (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan/FPIK – Petahana). Kemudian ada nama Prof. Soerja Koesnarpadi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/FMIPA). Selanjutnya, Prof. Rudianto Amirta (Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis/FKLT). Terakhir ada nama Prof. Fahrul Agus (Fakultas Teknik/FT)​.

Baca juga  Perkuat Ekosistem Atlet, Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Percepatan FIK Unmul

Ketua Senat UNMUL, Prof. Amir Masruhim, menegaskan bahwa kelima nama yang lolos merupakan hasil musyawarah mufakat setelah melewati verifikasi administrasi yang ketat. Menepis kekhawatiran adanya intervensi, Amir menjamin proses suksesi kampus terbesar di Kaltim ini akan berjalan bersih.​ “Senat berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan pemilihan rektor sesuai ketentuan yang berlaku secara objektif, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab,” ujar Amir dalam konferensi pers di Rektorat UNMUL.

Baca juga  Serap Aspirasi di Sungai Kapih: Suparno Perjuangkan Pemerataan Infrastruktur Dasar

​Setelah melewati masa sosialisasi publik pada 1 hingga 9 Juni 2026, kelima kandidat akan langsung menghadapi babak penyaringan ketat pada 10 dan 11 Juni 2026.​ Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNMUL, Prof. Mustofa Agung Sardjono, membeberkan bahwa agenda pada 10 Juni akan diawali dengan pemaparan visi dan misi para kandidat dalam rapat Senat terbuka. Namun, tensi politik kampus akan memuncak pada siang harinya.​ “Senat akan langsung menggelar rapat tertutup guna menyaring kelima nama tersebut menjadi 3 nama calon rektor. Untuk proses penyaringan ini, hak suara menteri belum digunakan,” kata Prof. Agung.​

Baca juga  Douglas Coutinho Jadi Rekrutan Asing Pertama yang Berlatih Bersama Borneo FC

Pada tahap penyaringan ini, perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dijadwalkan hadir murni sebagai pemantau (observer). Panitia saat ini tengah berkoordinasi ke Jakarta untuk memastikan kehadiran perwakilan kementerian tersebut.

​Setelah menyusut menjadi tiga nama, panggung utama pemilihan rektor baru akan digelar pada 20–21 Juli 2026. Berbeda dengan tahap penyaringan, pada babak akhir ini suara kementerian akan menjadi penentu yang sangat signifikan. Komposisi penilaian akhir menggunakan sistem bagi suara, 35 persen hak suara milik Kementerian (Kemdiktisaintek) dan 65 persen sisanya merupakan hak suara murni dari jajaran Senat UNMUL. (csv)

Bagikan