BAIT.ID – Borneo FC Samarinda harus puas menyudahi kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 sebagai runner-up. Kendati gagal mengunci gelar juara, jajaran manajemen tim berjuluk Pesut Etam tersebut mengaku tetap bangga atas performa impresif dan determinasi tinggi yang ditunjukkan seluruh penggawa skuad sepanjang musim.
Pada laga pamungkas (pekan ke-34), Borneo FC sejatinya menutup kampanye mereka dengan performa fantastis. Bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Segiri, Samarinda, anak asuh Fabio Lefundes mengamuk dan menggulung Malut United dengan skor telak 7-1.
Sayang, pesta gol tersebut belum cukup untuk membawa trofi juara ke Kota Tepian. Di saat yang sama, rival terdekat mereka, Persib Bandung, memastikan diri mengunci gelar juara setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Hasil tersebut sekaligus menobatkan Maung Bandung sebagai jawara kompetisi tiga musim berturut-turut.
Usai peluit panjang ditiup, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, langsung menghampiri tribun penonton untuk memberikan apresiasi kepada para suporter yang terus setia mengawal perjuangan tim. Ia menegaskan bahwa finis di posisi kedua bukanlah sebuah kegagalan. “Kita tetap bisa mengangkat kepala dengan apa yang dicapai di musim ini. Tak ada yang menyangka Borneo FC bisa memberikan tekanan hingga akhir musim pada Persib dan tim besar lainnya. Saya pikir, kita sama sekali tak gagal. Justru sebaliknya, inilah pencapaian terbaik dan Insya Allah musim depan bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Dandri dengan nada optimistis.
Meski trofi juara liga melayang, Borneo FC tidak pulang dengan tangan hampa. Skuad Pesut Etam sukses mengamankan satu tiket otomatis untuk berkompetisi di panggung Asia musim depan. Selain itu, dominasi Borneo FC musim ini makin sahih setelah dua pilar andalan mereka menyabet penghargaan individu paling bergengsi.
Pemain Terbaik (Best Player) direbut Mariano Peralta. Penyerang tajam ini tampil fenomenal sepanjang musim dengan membukukan total 20 gol. Catatan impresif ini membuatnya dinilai sangat layak menyandang status sebagai pemain terbaik BRI Super League musim ini. Sementara Nadeo Argawinata berhasil mendapat gelar sebagai Kiper Terbaik (Best Goalkeeper). Penjaga gawang Timnas Indonesia ini tampil tangguh di bawah mistar gawang dengan mencatatkan 138 kali penyelamatan krusial sepanjang musim.
Borneo FC sebenarnya berpeluang mengawinkan gelar individu lainnya lewat nominasi Pelatih Terbaik (Fabio Lefundes) dan Pemain Muda Terbaik (Rivaldo Pakpahan). Sayangnya, dalam malam penganugerahan, kedua nama tersebut harus merelakan gelar jatuh ke tangan kandidat lain.
Dengan komposisi skuad yang matang dan tiket Asia di tangan, manajemen Borneo FC menatap musim depan dengan evaluasi mendalam demi menuntaskan ambisi yang tertunda, membawa trofi juara liga ke Samarinda. (csv)








