Iduladha 1447 H: Kejati Kaltim Kurbankan 17 Sapi, Sasar Pesantren dan Panti Asuhan

Kamis, 28 Mei 2026
Suasana proses pemotongan sapi kurban yang digelar oleh Kejati Kaltim. Daging sapi tersebut disalurkan ke delapan pesantren dan panti asuhan

BAIT.ID – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim menyembelih 17 ekor sapi pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Dari total hewan kurban tersebut, panitia mengumpulkan sekitar 600 kilogram daging untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan serta sejumlah lembaga sosial-keagamaan.

Ketua Panitia Kurban Kejati Kaltim, Alfian Kapailu, mengungkapkan bahwa jumlah hewan kurban pada tahun ini stabil atau sama dengan perolehan pada Iduladha tahun sebelumnya. “Hari ini kami menyembelih 17 ekor sapi. Daging yang terkumpul sekitar 600 kilogram dan langsung kami bagikan kepada pihak-pihak yang berhak menerima,” ujar Alfian di Samarinda.

Baca juga  Kejati Kaltim Amankan Aset Negara dan Lindungi Investasi Strategis Pertamina Sepanjang Tahun 2025

Panitia telah mendata delapan pondok pesantren dan panti asuhan yang menjadi sasaran utama distribusi paket daging kurban ini. Seperti Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Huffadz, Pondok Pesantren Tahfidz Al Mawaddah, Pondok Pesantren Daarut Taufiq, Majelis Al Mabrur dan Majelis Al Mizan, Panti Asuhan Mahkota, Panti Asuhan Jalan Kahoi, serta Panti Asuhan di Jalan M. Said.

Selain menyasar lembaga sosial, paket daging kurban juga dibagikan kepada internal Kejati Kaltim seperti pegawai, tenaga outsourcing, pramubakti, petugas keamanan, dan pengurus masjid. Apresiasi juga diberikan kepada unsur pendukung lapangan mulai dari personel TNI, Babinsa, petugas pemadam kebakaran, petugas kebersihan, awak media, hingga warga yang tinggal di sekitar kompleks kantor.

Baca juga  Kejati Kaltim Perluas Jeratan Tersangka Korupsi Lahan Transmigrasi Kukar, Dua Petinggi Perusahaan Menyusul Ditahan

Alfian menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban ini berasal dari sumbangan Kepala Kejati Kaltim, internal pegawai kejaksaan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Dalam prosesnya, seluruh daging dibagikan dalam kondisi mentah. Panitia sengaja tidak mengolah daging menjadi makanan siap saji agar proses distribusi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

“Fokus kami memang pada pemotongan dan percepatan distribusi, jadi seluruhnya dibagikan dalam bentuk daging mentah,” imbuh Alfian.

Baca juga  Kaltim di Usia 69: Kilau Ekonomi Kota, Luka Menganga di Desa

Pelaksanaan kegiatan dari penyembelihan hingga pemaketan melibatkan kerja sama yang solid antarberbagai unsur. Tidak hanya dari internal pegawai Kejati Kaltim, tetapi juga melibatkan ibu-ibu jajaran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) serta warga sekitar kantor yang bahu-membahu memperlancar proses jalannya ibadah kurban tahun ini. (csv)

Bagikan