BAIT.ID – Pemkot Samarinda didorong untuk terus mengoptimalkan penyelenggaraan agenda kegiatan (event) rutin sebagai instrumen pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dinilai strategis untuk menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus menarik kunjungan wisatawan regional.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Joha Fajal, menyoroti kawasan Stadion Segiri yang belakangan aktif menjadi pusat kegiatan masyarakat. Menurutnya, kawasan tersebut kini berhasil menjadi daya tarik baru yang efektif memicu perputaran uang.
“Kalau tidak ada stimulus berupa agenda rutin, akan sulit mengundang masyarakat luar untuk datang ke Samarinda. Dengan adanya kegiatan berkala, arus pergerakan orang masuk ke kota ini otomatis meningkat,” kata Joha, Rabu 1 Juli 2026.
Joha menambahkan, dampak positif dari keramaian ini langsung dirasakan oleh sektor riil, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima, hingga sektor jasa transportasi dan perhotelan.
Kendati demikian, politisi ini mengingatkan agar pergelaran event tidak sekadar menjadi seremonial musiman. Ia mendesak Pemkot Samarinda untuk menyusun konsep yang berkelanjutan agar kontribusinya terhadap PAD dapat terukur dan berdampak jangka panjang.
“Harapannya konsep ini terus dikembangkan secara konsisten. Manfaat ekonominya jangan sampai musiman, harus dihitung bagaimana kontribusi nyatanya ke PAD,” tegasnya.
Lebih lanjut, Komisi II juga menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta dan komunitas kreatif. Kerja sama multidihak dinilai menjadi kunci utama guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, sekaligus memperkuat posisi Samarinda sebagai pusat kegiatan dan kota tujuan utama di Kaltim. (csv)








