Ancaman Pangan Imbas El Nino, Pemkot Samarinda Bentuk Satgas dan Operasikan Pompa Air

Selasa, 15 September 2026
Wali Kota Samarinda, Andi Harun

BAIT.ID — Pemkot Samarinda juga merespons ancaman kekeringan akibat El Nino yang berpotensi memicu krisis pangan lokal. Tidak sebatas imbauan formal, Pemkot membentuk Satgas lintas perangkat daerah serta mulai memobilisasi bantuan armada pompa air ke lahan-lahan pertanian warga.​

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa penanganan ancaman kekeringan butuh tindakan fisik dan pengawasan ketat, bukan sekadar imbauan teknis di atas kertas.​ “Ini perkaranya nyata, kalau sifatnya imbauan tidak akan konkret. Pembentukan Satgas dan kesiapsiagaan ini bukti mitigasi langsung di lapangan,” sebut Andi Harun.​

Baca juga  Tatap Musim Baru, Borneo FC Mulai Panaskan Mesin Bersama Mauro Jeronimo

Fokus mitigasi terbagi pada dua jalur vital, perlindungan produksi lokal dan pengamanan rantai pasok (supply chain). Di tingkat basis produksi, pompa air mulai disebar ke titik-titik sawah yang terancam gagal panen akibat penurunan debit air.​

Sementara di jalur distribusi, Dinas Perdagangan (Disdag) diperintahkan memperketat pengawasan harga pasaran guna mengantisipasi lonjakan spekulatif. Kesiapsiagaan rantai pasok menjadi prioritas krusial mengingat mayoritas bahan pokok penting (bapokting) di Samarinda masih bergantung pada suplai luar daerah.​

Baca juga  Transparansi Semu di Sektor Tambang, ESDM Malah Gugat Balik Rakyat

Andi Harun menyoroti risiko ganda yang membayangi pasokan pangan kota, sebab wilayah penyuplai utama seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan saat ini juga tengah dihantam kekeringan hebat. ​”Bapokting kita rata-rata berasal dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Ketika daerah penghasil mengalami kekeringan, pasokan ke Samarinda otomatis terancam. Maka kesiapsiagaan harus menjangkau hingga pemantauan kondisi di daerah asal komoditas tersebut,” pungkasnya. (csv)

Baca juga  Pemkot Samarinda Soroti Hambatan Struktural Kelompok Rentan dalam Musrenbang 2027

Bagikan