BAIT.ID – Penghargaan Pemerintah Daerah Berprestasi 2025 Batch II Regional Kalimantan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak sekadar menjadi torehan manis di atas kertas bagi Pemkot Samarinda. Lebih dari itu, apresiasi ini memboyong suntikan dana segar senilai Rp6,5 miliar yang siap dikucurkan langsung ke program kerakyatan.
Apresiasi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam helatan Kemendagri di Balikpapan, Kamis, 3 September 2026 malam.
Dukungan anggaran dari Kemendagri ini terbagi ke dalam dua sektor krusial. Pertama terkait program 3 Juta Rumah yang merupakan bentuk bantuan bedah rumah untuk 250 unit hunian tak layak. Dengan alokasi Rp20 juta per unit, total suntikan modal mencapai Rp5 miliar. Kemudian akses layanan pendidikan melalui bantuan dana operasional dan peningkatan akses pendidikan sebesar Rp1,5 miliar.
Andi Harun menegaskan bahwa seluruh kucuran dana insentif tersebut tidak akan mengendap di kas daerah, melainkan langsung diputar kembali untuk memperluas intervensi pemerintah terhadap persoalan dasar warga. “Anggarannya untuk kegiatan yang berdampak langsung. Kembali ke penanganan bedah rumah, kita dapat 250 unit dikali Rp20 juta, berarti dapat Rp5 miliar. Ini lumayan untuk memperluas bantuan, meski kebutuhan riil kita sebenarnya jauh lebih besar,” ujar Andi Harun.
Terkait alokasi sektor pendidikan sebesar Rp1,5 miliar, pemanfaatan teknisnya masih akan dimatangkan. Andi Harun menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk segera memanggil Dinas Pendidikan guna menyusun skema penyaluran yang presisi.
“Nanti Sekda dan TAPD panggil Disdik untuk rekapitulasi. Yang jelas uang dan alokasinya sudah kita terima, alhamdulillah. Tinggal kita pastikan masuk ke program yang tepat sasaran,” tegasnya.
Suntikan dana Rp6,5 miliar ini menjadi tambahan ruang fiskal yang signifikan bagi Samarinda dalam menekan angka hunian tak layak serta meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di wilayah perkotaan. (csv)







