BAIT.ID – Angka inflasi di Kota Samarinda melonjak hingga menyentuh 3,42 persen. Angka ini menempatkan ibu kota Kaltim tersebut berada dalam status “lampu kuning” alias rawan, menyusul naiknya harga sejumlah komoditas pangan utama di pasar.
Merespons situasi tersebut, Pemkot Samarinda berencana menggelar operasi pasar secara masif guna menstabilkan harga kebutuhan pokok yang mulai membebani daya beli masyarakat. “Posisi inflasi kita sudah berada pada lampu kuning. Karena itu, OPD terkait harus segera menyusun langkah konkret dan menjadwalkan operasi pasar,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah, Senin, 22 Juni 2026.
Berdasarkan data terbaru, lonjakan inflasi ini dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, ikan tongkol, dan ikan layang. Khusus untuk bawang merah dan bawang putih, Samarinda masih bergantung penuh pada pasokan dari luar daerah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengakui bahwa rantai distribusi menjadi titik lemah yang harus diawasi ketat. “Karena pasokan berasal dari luar daerah, pengendalian distribusi dan transportasi menjadi fokus utama agar harga tidak melonjak,” kata Saefuddin.
Selain pengawasan jalur logistik, Pemkot Samarinda juga meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk menggenjot produksi petani cabai lokal, serta mengimbau masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai secara mandiri.
Meski inflasi meninggi, Perum Bulog Samarinda mengeklaim cadangan pangan daerah masih dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras medium tercatat sebanyak 5.000 ton dan minyak goreng tersedia hingga 50.000 liter.
Sebagai langkah jangka pendek, program Gelar Pangan Nusantara (GPN) telah dilaksanakan sebanyak empat kali sepanjang Juni 2026 untuk menyediakan bahan pokok murah bagi warga.Memasuki Juli 2026, Pemkot Samarinda juga berencana menyalurkan bantuan kerawanan pangan kepada 420 kepala keluarga (KK). Terkait rencana ini, Saefuddin mengingatkan jajarannya agar melakukan verifikasi ketat di lapangan.
“Pastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Lakukan verifikasi langsung agar tidak terjadi kesalahan penyaluran,” tegasnya. (csv)








