Memaksimalkan Potensi Maritim, DPRD Kaltim Dorong BUMD Garap Sektor Perairan

Kamis, 22 Januari 2026
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud

BAIT.ID – Menghadapi tren efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemprov Kaltim kini dituntut lebih progresif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor perairan pun muncul sebagai bidikan utama yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi untuk mendongkrak kas daerah.

Wacana tersebut mengemuka dalam audiensi antara Forum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan DPRD Kaltim pada Kamis, 22 Januari 2026. Dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, muncul sejumlah opsi strategis untuk melibatkan perusahaan pelat merah dalam ekosistem bisnis maritim.

Baca juga  BK DPRD Kaltim Fokus Bahas Etik Kedewanan, Telusuri Komentar Abdul Giaz di Medsos

Hasanuddin Mas’ud mengungkapkan, salah satu celah bisnis yang potensial adalah penyediaan jasa pandu bagi kapal tongkang yang melintasi Sungai Mahakam. Selain mengejar profit, langkah ini juga berfungsi sebagai upaya preventif guna meminimalisir risiko benturan kapal pada pilar jembatan. “BUMD bisa masuk ke sana dengan menyediakan kapal tunda (tugboat) sendiri untuk jasa pandu,” ujar Hasanuddin.

Tak hanya itu, ia mengusulkan agar BUMD membangun titik tambat resmi. Fasilitas ini akan menjadi area sandar bagi tongkang sembari menunggu jadwal melintas di bawah jembatan sesuai regulasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). “Langkah ini tentu akan menjadi sumber pemasukan baru bagi kas daerah melalui deviden BUMD,” imbuhnya.

Baca juga  Ananda Moeis Tegaskan Pokir Harus Berorientasi Kerakyatan di Tengah Penurunan Kapasitas Fiskal

Fokus selanjutnya juga tertuju pada aktivitas pemindahan batu bara atau Ship-to-Ship (STS) transfer di kawasan Muara Berau dan Muara Jawa. Hasanuddin menyayangkan selama sekitar 16 tahun, daerah tidak mendapatkan kontribusi signifikan dari aktivitas tersebut, meski tercatat ada sekitar 150 unit vessel yang beroperasi setiap harinya.

“Sektor ini sudah berjalan belasan tahun tanpa ada pemasukan berarti bagi daerah. Inilah alasan mengapa kami mendorong keterlibatan BUMD secara aktif,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Baca juga  Pembahasan APBD Kaltim 2026 Masih Berjalan, DPRD Tunggu Kepastian Pemangkasan DBH

Sebagai langkah konkret, Hasanuddin akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk menindaklanjuti usulan ini. Ia mengusulkan pembentukan semacam panitia kerja atau tim akselerasi yang melibatkan lintas sektoral, mulai dari BUMD, Pelindo, KSOP, hingga unsur Pemprov Kaltim.

“Tim kerja ini diharapkan bisa bekerja cepat. Dengan memberi tenggat waktu sekitar 30 hari untuk menyiapkan skema dan segala kebutuhan administratif agar keterlibatan BUMD di sektor perairan bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (csv)

Bagikan