BAIT.ID – Borneo FC Samarinda datang ke kandang PSIM Yogyakarta dengan status unggulan, namun sang pelatih kepala, Mauro Jeronimo, sama sekali tidak ingin anak asuhnya memandang sebelah mata sang tuan rumah.
Menjelang lawatan pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/27 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu 1 November 2026 sore, pelatih asal Portugal tersebut secara tegas mengingatkan skuadnya agar tetap waspada penuh. Meskipun Laskar Mataram saat ini tertahan di zona merah klasemen sementara dengan raihan dua poin dari tujuh laga, Jeronimo memprediksi tuan rumah akan tampil habis-habisan demi memburu kemenangan perdana mereka musim ini.
“Menurut saya, dalam sebuah tim sepak bola, biasanya terdapat sekitar 28 pemain dalam skuad dan jika satu pemain tidak bermain, pemain lain akan masuk dan memberikan segalanya,” ujar Mauro Jeronimo dalam sesi jumpa pers jelang laga. “Bermain di kandang sendiri di hadapan para pendukungnya, pemain mana pun yang diturunkan pasti akan memberikan kemampuan maksimalnya, bukan? Mereka tentu ingin meraih hasil terbaik,” imbuhnya.
Laga tandang ini menjadi momentum krusial bagi Pesut Etam untuk menjaga tren positif setelah sukses mengamankan kemenangan penting atas PSS Sleman pada pekan sebelumnya. Tambahan tiga poin di Bantul tentu sangat vital bagi Borneo FC guna terus merangsek ke papan atas persaingan ketat BRI Super League musim ini.
Kendati demikian, situasi kontras tengah melingkupi kubu tuan rumah. PSIM dipastikan tampil dalam kondisi pincang setelah kehilangan dua pilar asing krusial akibat sanksi Komite Disiplin PSSI. Gelandang kreatif Ze Valente harus absen usai diganjar kartu merah saat menghadapi Bhayangkara FC, sementara striker andalan Mauro Caballero dijatuhi sanksi berat berupa larangan tampil dalam 10 pertandingan.
Meski demikian, Jeronimo menolak menganggap absennya kedua pemain tersebut sebagai keuntungan mutlak yang akan melemahkan daya juang lawan. “Jadi, kami harus mengantisipasi meskipun ada satu atau dua pemain yang absen, tim mereka akan tetap kompetitif dan berjuang keras untuk menang. Oleh karena itu, kami harus tampil dalam performa terbaik agar bisa meraih tiga poin dan memenangkan pertandingan,” tegas Jeronimo.
Selain mewaspadai motivasi berlipat ganda dari kubu tuan rumah, jajaran pelatih Borneo FC juga telah menyiapkan antisipasi matang terhadap potensi perubahan pendekatan taktik yang mungkin dibawa oleh jajaran pelatih baru PSIM. Analisis mendalam terhadap rekam jejak permainan lawan telah dilakukan secara saksama selama masa persiapan tim.
“Persiapannya berjalan dengan baik. Setelah pertandingan sebelumnya melawan Sleman, kami tetap berada di Jakarta dan melanjutkan sesi latihan. Kami juga telah menganalisis lawan dengan seksama,” pungkas Jeronimo. (csv)








