BAIT.ID – Pemprov Kaltim mulai menyusun strategi baru terkait pengelolaan lahan Mal Lembuswana seiring berakhirnya masa kerja sama lama. Aset strategis di jantung Kota Samarinda ini rencananya akan dilepas melalui mekanisme tender terbuka guna menggenjot kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa pengelolaan untuk sementara akan ditangani Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peran BUMD akan menjadi krusial sebagai jembatan yang merumuskan pola kerja sama dengan pihak ketiga.
“Pastinya kami lakukan tender process. Mana yang terbaik dan mampu memberikan pendapatan terbesar, itu yang akan kami pilih,” ujar Seno.
Langkah tender ini diambil untuk menjaring investor yang tidak hanya memiliki visi bisnis kuat, tetapi juga kapasitas manajerial dan finansial yang mumpuni. Pemprov ingin memastikan siapapun yang mengelola lahan seluas 6,7 hektare itu, nanti bisa memberikan penawaran yang paling menguntungkan bagi kas daerah.
Seno menekankan bahwa transparansi akan menjadi harga mati dalam proses seleksi ini. Pemerintah mengklaim akan memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi pihak swasta mana pun yang berminat. “Kami ingin terbuka, siapa pun bisa ikut sepanjang memberikan penawaran terbaik,” tambahnya.
Saat ini, kajian komprehensif sedang dilakukan untuk memetakan masa depan pusat perbelanjaan legendaris tersebut. Tren bisnis ritel yang dinamis membuat pemerintah mempertimbangkan kemungkinan pengembangan fungsi baru agar Mal Lembuswana tetap kompetitif dan tidak ditinggalkan pengunjung.
Menariknya, meski berorientasi pada profit, Seno menyebut aspek sosial tidak akan ditinggalkan. Ia berharap pengelola baru nantinya tetap memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal agar ekonomi kerakyatan tetap berputar di sana.
Kendati sudah merancang skema tender, Seno mengakui dirinya belum memegang data pasti terkait realisasi pendapatan yang selama ini masuk ke kantong Pemprov dari pengelolaan Mal Lembuswana sebelumnya.
Hingga kini, tim internal masih menggodok konsep final dan kemungkinan perubahan model usaha. Keputusan resmi mengenai detail tender dan konsep baru mal tersebut baru akan diumumkan setelah rapat koordinasi rampung. “Sekarang masih dalam proses. Nanti setelah ada rapat tim, baru kita umumkan,” pungkasnya. (csv)








