Misi Bangkit Badai Pasifik Terhalang Konsistensi Pesut Etam

Jumat, 10 April 2026
Skuad Borneo FC tetap menyiapkan diri secara serius meski lawan yang dihadapi pada Sabtu 11 April 2026 sore adalah PSBS Biak selaku juru kunci klasemen. (istimewa)

BAIT.ID – Duel bak bumi dan langit akan tersaji dalam lanjutan Super League pekan ini saat PSBS Biak menantang sang raksasa Kalimantan, Borneo FC. Mengusung misi memutus rantai hasil negatif, tim berjuluk Badai Pasifik tersebut diprediksi harus bekerja ekstra keras demi mencuri poin di markas lawan.

Kondisi PSBS Biak saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terjerembab di posisi ke-18 klasemen sementara dengan torehan empat kekalahan beruntun, tim asuhan pelatih Marian Mihail kini berada di ujung tanduk. Menghadapi ancaman degradasi yang kian nyata, setiap laga sisa, termasuk kontra Borneo FC, adalah partai final yang wajib dimenangkan jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi.

Baca juga  Borneo FC Kian Menyala, Mohammad Khanafi Resmi Merapat ke Samarinda

Namun, statistik tidak berpihak pada mereka. Borneo FC unggul segalanya; mulai dari posisi klasemen, konsistensi performa, hingga rekor pertemuan. Bermain di kandang sendiri, Pesut Etam jelas lebih diunggulkan untuk mengamankan poin penuh.

Meski terpaut jarak yang cukup jauh di tabel klasemen, pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan tidak ada kata santai bagi skuatnya. Juru taktik asal Brasil itu justru menaruh kewaspadaan tinggi terhadap tim-tim yang sedang berjuang di zona merah. “Saya tidak akan memikirkan tim atau pertandingan lain. Fokus kami hanya PSBS Biak. Kami harus tampil lebih baik untuk mengamankan tiga poin,” tegas Lefundes.

Baca juga  Perpanjangan Izin HGU Ditolak Warga, PTPN IV Diminta Beri Atensi Serius

Lefundes menilai, menghadapi tim penghuni dasar klasemen justru memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Motivasi tinggi untuk menyelamatkan diri dari degradasi bisa menjadi bahan bakar yang membahayakan bagi lawan. “Pertarungan sengit itu ada di papan atas dan bawah. Menghadapi mereka yang bersaing memperebutkan gelar atau yang berjuang menyelamatkan diri dari degradasi, keduanya bisa menyulitkan dengan proporsi yang sama,” tambahnya.

Baca juga  Samarinda Gelar Ekspos IKLH 2025: Kualitas Udara Membaik, Penertiban Sungai Diperketat

Baginya, tim papan tengah yang posisinya sudah aman cenderung bermain lebih longgar. Hal ini berbeda dengan PSBS Biak yang diprediksi akan bermain habis-habisan demi memutus tren negatif mereka.

Akankah Borneo FC berhasil menjaga keangkeran markas mereka dan terus bersaing di jalur juara? Ataukah PSBS Biak mampu menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan sang tuan rumah sekaligus mengakhiri mimpi buruk empat kekalahan beruntun? Jawabannya akan tersaji di atas lapangan hijau nanti. (csv)

Bagikan