Stok Pangan Samarinda Diawasi Ketat, Pemkot Batasi Pembelian Bahan Pokok

Rabu, 22 April 2026
Stok Pangan Samarinda Diawasi Ketat, Pemkot Batasi Pembelian Bahan Pokok. (istimewa)

BAIT.ID – Pemkot Samarinda mulai memperketat pengawasan distribusi pangan di pasar-pasar tradisional menyusul adanya indikasi pengalihan stok ke luar jalur distribusi resmi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di tengah tren inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan pada April 2026.

Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menemukan adanya ketimpangan pasokan di sejumlah titik. Hal ini disinyalir terjadi karena stok yang seharusnya masuk ke pasar dialihkan ke tempat lain. “Inflasi bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Karena itu, pertahanan stok kita harus kuat,” tegas Marnabas usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual di Balai Kota Samarinda belum lama ini.

Baca juga  Ekspansi Jaringan Hotel Global ke Samarinda: Marriott Mulai Bangun Courtyard 19 Lantai

Guna mengantisipasi kelangkaan, Pemkot Samarinda resmi menerapkan kebijakan pembatasan pembelian. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal dua item barang sejenis. Langkah ini diharapkan dapat mencegah aksi borong serta memastikan pemerataan akses bagi seluruh warga.

Selain pembatasan, penguatan stok akan difokuskan pada pedagang besar yang tersebar di pasar-pasar utama. Seperti Pasar Segiri, Pasar Merdeka, Pasar Baqa dan Pasar Sungai Dama.

Baca juga  Pesut Etam Enggan Lempar Handuk, Fabio Lefundes: Perburuan Gelar Masih Terbuka!

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan meskipun inflasi pasca-Lebaran secara historis cenderung melandai, sejumlah komoditas masih memberikan tekanan harga. Di Samarinda, pantauan Dinas Perdagangan pada minggu ketiga April mencatat kenaikan harga pada beras, minyak goreng, daging, tomat, dan ikan tongkol. Sebaliknya, harga bawang merah dan cabai mulai menunjukkan tren penurunan.Merespons fluktuasi ini, Marnabas menginstruksikan jajarannya untuk segera menggelar Operasi Pasar Murah (OPM).

Baca juga  DPRD Samarinda Dorong Regulasi Baru untuk Penataan Ritel Modern

“Langkah preventif harus segera dilakukan untuk mencegah keresahan di masyarakat akibat lonjakan harga atau kelangkaan stok secara tiba-tiba,” tambahnya.

Agenda pengendalian inflasi daerah ini juga sejalan dengan arahan Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir, yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama pada komoditas krusial seperti energi dan pangan utama. (csv)

Bagikan