Ancaman El Nino Kian Genting, Pemkot Samarinda Perpanjang Tanggap Darurat dan Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Sabtu, 12 September 2026
Kabut asap masih menyelimuti Kota Samarinda, belum berakhirnya musim kemarau ini memaksa Pemkot memperpanjang status tanggap darurat.

BAIT.ID — Pemkot Samarinda resmi memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan selama 14 hari, terhitung sejak 8 hingga 21 September 2026. Langkah krusial ini diambil akibat krisis air yang kian meluas serta eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang tak kunjung terkendali.

Perpanjangan status yang tertuang dalam Keputusan Wali Kota Samarinda Nomor 300.2.3/259/HK-KS/IX/2026 ini memotret kondisi lapangan yang kian memprihatinkan. Debit air Waduk Benanga terus menyusut drastis, sumur-sumur warga mengering, dan aliran anak sungai terhenti. Di sisi lain, karhutla telah melahap lebih dari 275,21 hektare lahan dalam 152 kejadian.

Baca juga  Optimasi Tata Kelola MBLB, DPRD Kaltim Bidik Potensi Setoran PAD Baru

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membeberkan eskalasi titik panas (hotspot) dalam dua pekan terakhir yang memaksa daerah meminta bantuan ke pemerintah pusat. Pemkot Samarinda kini resmi berkoordinasi dengan BNPB untuk mengerahkan helikopter pemadam (water bombing). “Kami melakukan kontak dan koordinasi dengan BNPB pusat untuk penyediaan water bombing,” tegas Andi Harun, Jumat, 11 September 2026.

Baca juga  Ketat! Samarinda Pangkas Drastis Dana Dinas dan Makan-Minum ASN

Upaya penanganan karhutla dari darat dinilai mulai kewalahan akibat munculnya kembali titik api di lokasi yang sebelumnya sempat dipadamkan.

Upaya mitigasi Pemkot Samarinda sejatinya telah disiapkan sejak ancaman fenomena El Nino diproyeksikan terjadi. Pemerintah daerah bahkan telah menyiagakan anggaran khusus untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, strategi hujan buatan tersebut hingga kini buntu lantaran faktor alam.

“Saat kami konfirmasi apakah sudah bisa dilakukan modifikasi cuaca, jawabannya masih sama: kondisi awan belum memenuhi syarat,” ujar Andi Harun.

Baca juga  Andi Harun Minta Perluasan BPJS Ketenagakerjaan Tak Sebatas Sosialisasi

Kondisi kekeringan panjang ini juga mengancam ketahanan pasokan air bersih warga Samarinda akibat tingginya risiko intrusi air laut ke sumber air baku, kejadian serupa juga pernah terjadi dan melumpuhkan pasokan air bersih kota pada 2017 dan 1998 silam.

Dengan perpanjangan masa tanggap darurat ini, Pemkot Samarinda tetap menyiagakan satgas lintas sektor untuk mengamankan stok pangan, mendistribusikan air bersih, serta memperketat respons pemadaman api di seluruh posko kecamatan. (csv)

Bagikan