BAIT.ID – Upaya Aliansi Rakyat Kalimantan Timur untuk menagih komitmen legislatif berakhir dengan kekecewaan. Perwakilan massa yang mendatangi Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar pada Kamis, 23 April 2026 mendapati gedung wakil rakyat tersebut kosong tanpa kehadiran anggota dewan.
Kedatangan aliansi ini bertujuan menyerahkan dokumen fisik Pakta Integritas, sebuah kesepakatan tertulis yang lahir dari aksi massa pada 21 April lalu. Namun, niat tersebut sempat terkendala oleh prosedur birokrasi dan ketiadaan legislator di tempat.
Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bella Monica, menjelaskan bahwa rombongannya sempat tertahan di meja resepsionis. Berdasarkan keterangan petugas, seluruh anggota dewan dilaporkan sedang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. “Resepsionis menyampaikan tidak ada anggota dewan di sini. Katanya mereka sudah bertolak ke Makassar sejak kemarin sore,” ujar Bella saat dikonfirmasi di lokasi.
Padahal, Bella menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan pemberitahuan resmi jauh-jauh hari terkait jadwal kunjungan hari ini. Setelah proses negosiasi yang cukup alot, dokumen tersebut akhirnya berhasil diserahkan melalui Bagian Umum DPRD Kaltim.
Penyerahan Pakta Integritas ini merupakan langkah formal untuk menuntut DPRD Kaltim menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Poin utama yang ditekankan adalah penggunaan Hak Angket untuk mengaudit kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat. “Jangan harap hambatan birokrasi ini membuat kami goyah. Kami akan terus menuntut agar Hak Angket segera digulirkan,” tegas Bella.
Sebagai langkah antisipasi, Aliansi Rakyat Kaltim akan segera menggelar Rencana Teknis Lanjutan (RTL) dan evaluasi internal. Bella memberikan sinyalemen kuat bahwa gelombang demonstrasi yang lebih besar akan kembali membanjiri jalanan Samarinda jika tuntutan mereka tidak direalisasikan secara nyata.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Sekretariat DPRD Kaltim belum memberikan keterangan resmi mengenai agenda keberangkatan kolektif para anggota dewan ke Makassar.
Kepala Bagian (Kabag) Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Kaltim, Andi A. Razaq, belum dapat memberikan komentar lebih lanjut karena dilaporkan masih memimpin rapat internal saat dihubungi melalui sambungan telepon. (csv)







