Inflasi Samarinda Tembus 3,92 Persen, Pemkot Fokus Benahi Jalur Distribusi

Senin, 13 April 2026
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri memastikan kondisi ekonomi Kota Tepian masih tetap terjaga. (istimewa)

BAIT.ID – Laju inflasi di Kota Samarinda tercatat mencapai 3,92 persen pada pertengahan April 2026. Angka ini menempatkan Samarinda di atas rata-rata target inflasi nasional yang dipatok pada level 3,5 persen, meskipun secara tren mulai menunjukkan penurunan dibanding periode sebelumnya.

Tingginya angka inflasi ini menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Sekjen Kemendagri, Komjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, secara virtual, Senin 13 April 2026. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengakui bahwa tantangan utama daerah dalam menekan harga adalah ketergantungan pada pasokan luar daerah.

Baca juga  Komisi III DPRD Kaltim Temukan Proyek Infrastruktur di Marangkayu Tak Sesuai Spesifikasi

Sebagai kota yang bukan merupakan produsen pangan utama, Samarinda sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas nasional. Data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) pada pekan kedua April mengidentifikasi delapan komoditas yang kini berisiko melonjak, mulai dari bawang merah, minyak goreng, hingga daging sapi dan beras.

“Pengendalian inflasi harus menyentuh akar masalah, yaitu kepastian ketersediaan stok dan kelancaran jalur distribusi,” ujar Saefuddin Zuhri usai mengikuti Rakor di Balai Kota.

Baca juga  Komisi II DPRD Kaltim Bertahap Panggil Perusahaan, Validasi Alat Berat yang Beroperasi

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda, Nadya Turisna, menjelaskan bahwa penguatan kerja sama antardaerah (KAD) menjadi langkah krusial untuk mengamankan suplai. Selain itu, pemerintah kota tengah mengandalkan digitalisasi melalui aplikasi pemantauan harga guna memangkas asimetri informasi di pasar.

Di sisi lain, Perum Bulog Samarinda memastikan cadangan pangan masih dalam kategori aman untuk beberapa waktu ke depan. Tercatat stok beras medium mencapai 8.868 ton, beras premium 256 ton, dan Minyakita sebanyak 205.556 liter.

Baca juga  TC Makin Matang, Borneo FC Genjot Fisik dan Taktik Jelang Musim Baru

Upaya penyerapan gabah lokal dari petani di wilayah Marangkayu dan sekitar Samarinda juga terus ditingkatkan untuk mengurangi beban impor antarprovinsi.

Meski optimisme tetap digaungkan oleh jajaran pemkot, pencapaian target inflasi nasional di angka 3,5 persen tetap menjadi pekerjaan rumah besar (PR) bagi TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Samarinda, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang periode fluktuasi pasar mendatang. (csv)

Bagikan