Gerindra Targetkan Dominasi Total di Pilkada Kaltim 2030, Siapkan Kader Internal untuk 10 Kabupaten/Kota

Rabu, 11 Maret 2026
Ketua Gerindra Kaltim, Seno Aji

BAIT.ID – Partai Gerindra Kaltim resmi menabuh genderang perang politik menuju Pilkada Serentak 2030. Sebagai partai pemenang, Gerindra mengusung misi ambisius untuk melakukan “sapu bersih” kemenangan di 10 kabupaten/kota di Bumi Etam dengan memprioritaskan kader internal sebagai poros kekuatan utama.

Konsolidasi kekuatan ini mulai dimatangkan dalam pertemuan internal yang digelar di Samarinda, Selasa 10 Maret 2026. Pertemuan yang dibalut agenda silaturahmi tersebut menjadi sinyal kuat persiapan estafet kepemimpinan pasca-Pemilu 2029.

Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa target memenangkan seluruh pemilihan kepala daerah di Bumi Etam bukan sekadar gertakan politik. Menurutnya, penguatan barisan di tingkat daerah merupakan kunci untuk menjaga momentum kemenangan partai bentukan Prabowo Subianto tersebut di masa depan.

Baca juga  Panaskan Mesin Partai di Kaltim, Hasto Kristiyanto Tekankan Politik Substansi di Atas Kekuasaan

“Kami terus melakukan konsolidasi untuk penguatan struktural. Target besar telah ditetapkan; Gerindra harus memenangkan perjuangan di 2029 dan melanjutkannya di Pilkada 2030,” ujar Seno Aji.

Mengenai bursa calon Gubernur Kaltim yang menyeret nama-nama besar seperti Budisatrio Djiwandono hingga Andi Harun, Seno memilih bersikap diplomatis. Ia menyatakan bahwa partai tetap mengedepankan mekanisme elektoral dan penilaian publik sebagai barometer utama.

Salah satu fokus utama Gerindra adalah mempertahankan dominasi di Ibu Kota Provinsi, Samarinda. Dengan profil Andi Harun yang sangat kuat, Gerindra kini tengah mempersiapkan suksesor potensial untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.

Baca juga  Rudy Mas’ud Siap Bertarung di Musda Golkar Kaltim dengan Isu Calon Tunggal Menguat

Beberapa nama yang mulai mencuat ke permukaan seperti Agus Suwandi, politisi senior Gerindra serta Helmi Abdullah, Ketua DPC Gerindra Samarinda. “Ada sejumlah kader potensial yang disiapkan untuk Pilkada Wali Kota dan Bupati. Fokus kami adalah menguasai 10 kabupaten/kota, khususnya Samarinda yang akan kami persiapkan secara matang,” tambah Wakil Gubernur Kaltim tersebut.

Di sisi lain, tensi politik sempat menghangat menyusul pernyataan sikap PKB Kaltim yang mengisyaratkan hanya akan mendukung pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji untuk satu periode saja. Menanggapi manuver tersebut, Seno Aji menunjukkan sikap tenang dan enggan memperuncing polemik.

Baca juga  Mahakam Ulu Masih Tertinggal, Kaltim Belum Lengkap Sebagai Provinsi Layak Anak

Seno menegaskan bahwa Gerindra sangat menghormati kedaulatan internal setiap partai politik. Baginya, perbedaan pandangan atau perubahan arah dukungan adalah bagian dari dinamika demokrasi yang wajar. “Itu ranah internal mereka, kami tidak akan mencampuri urusan dapur partai lain. Secara politik itu sah-sah saja,” pungkasnya singkat.

Langkah Gerindra ini menunjukkan upaya political branding yang agresif untuk mengonversi popularitas nasional menjadi dominasi lokal di Kaltim. Dengan menargetkan 10 kabupaten/kota, Gerindra berusaha memutus ketergantungan pada koalisi besar dan memperkuat posisi tawar kader organik mereka sendiri. (csv)

Bagikan