BAIT.ID – Pasca pelantikan serentak pengurus DPW dan DPD PAN se-Kaltim pada Sabtu 26 April 2026, partai berlambang matahari putih ini langsung tancap gas. Momentum seremonial tersebut nyatanya menjadi panggung konsolidasi besar-besaran untuk mematangkan strategi menyongsong peta politik Bumi Etam ke depan.
Sekretaris DPW PAN Kaltim, Jasno, menegaskan bahwa jajaran pengurus di seluruh tingkatan telah diinstruksikan untuk bergerak taktis. Melalui Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang tengah disiapkan, PAN bertekad mentransformasikan jargon “Bantu Rakyat” menjadi kerja nyata yang terukur.
Target besar pun dipasang. Pada kontestasi legislatif mendatang, PAN Kaltim membidik posisi empat besar. Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin, memberikan garis komando yang tegas: 100 persen keterwakilan di setiap Daerah Pemilihan (Dapil). “Instruksinya jelas, setiap dapil baik di level provinsi maupun kabupaten/kota wajib terisi minimal satu kader. Mesin partai harus rapi dan peta jalan kita harus presisi mulai sekarang,” tegas Jasno menyampaikan arahan Ketua DPW.
Tak hanya mengejar kursi parlemen, PAN Kaltim mulai terang-terangan membidik kursi kepala daerah di beberapa wilayah strategis. Nama Abdul Rahman Agus, anggota DPRD Kaltim petahana, mencuat sebagai jagoan yang disiapkan untuk bertarung di wilayah Kutai Barat atau Mahakam Ulu.
Selain wilayah tersebut, radar politik PAN juga mengarah pada, Kota Samarinda, Kota Bontang dan juga Kabupaten Kutai Kartanegara. PAN merasa memiliki stok kader yang mumpuni untuk didorong, baik sebagai calon kepala daerah (K1) maupun wakil kepala daerah (K2).
Menariknya, PAN Kaltim juga mulai memberikan sinyal dinamis terkait arah dukungan di tingkat provinsi. Meski sebelumnya berada dalam barisan pendukung pasangan Rudy Mas’ud – Seno Aji pada Pilgub 2024, kini DPW PAN Kaltim tengah melakukan kalkulasi ulang.Terkait apakah PAN akan melanjutkan “kemesraan” dengan koalisi lama atau memilih membangun poros baru, Jasno menyebut hal itu masih dalam penggodokan internal.
“Kami sedang menimbang semua kemungkinan dengan kalkulasi politik yang matang. Apapun keputusan yang diambil nanti, dipastikan adalah langkah terbaik bagi posisi tawar partai ke depan,” pungkasnya. (csv)








