BAIT.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda tengah memacu persiapan teknis menjelang peluncuran program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) yang dijadwalkan pada 28 April 2026 mendatang. Fokus utama persiapan kini tertuju pada sinkronisasi data digital dan produksi media informasi publik.
Dalam koordinasi terbaru yang berlangsung di Kantor Diskominfo Samarinda, Kamis 16 April 2026, integrasi data menjadi poin krusial yang dibahas. Program ambisius ini tidak hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai upaya membenahi tata kelola data dari level terkecil.
Perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Much Yusuf, menegaskan bahwa platform Desa Cantik tidak boleh berdiri sendiri. Ia menekankan pentingnya interkoneksi antara situs web Desa Cantik dengan portal Satu Data Indonesia (SDI) Kota Samarinda.
“Struktur platform harus mencakup komponen data yang komprehensif, mulai dari tabel dinamis dan grafik hingga metadata yang terstandarisasi,” ujar Yusuf dalam rapat tersebut.
Selain kesiapan infrastruktur data, Diskominfo juga mematangkan sisi antarmuka dan diseminasi informasi. Dashboard publik pada sektor aplikasi dan layanan E-government telah merampungkan desain yang akan menjadi wajah utama program ini. Platform tersebut diproyeksikan menjadi rujukan data statistik yang aksesibel bagi masyarakat.
Literasi visual juga disiapkan untuk memudahkan pemahaman publik, tim publikasi tengah menggarap video informatif yang merangkum esensi program Desa Cantik, yang saat ini telah memasuki tahap finalisasi storyboard.
Tenaga Ahli Statistik Diskominfo Samarinda, Srie Sis Sugianto, menyatakan bahwa integrasi antara kesiapan platform web dan media visual menjadi kunci suksesnya peluncuran nanti. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan sistem informasi desa yang lebih transparan dan berbasis data akurat.
Melalui program Desa Cantik, Samarinda berupaya meningkatkan literasi statistik di tingkat kelurahan/desa agar perencanaan pembangunan ke depan menjadi lebih tepat sasaran. (csv)








